Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kisah Pilu Bocah 11 Tahun, 2 Tahun Diikat di Luar Rumah dan Terpaksa Makan dari Sisa Ternak

Sebagian besar orang tua pastinya tak ingin melihat anaknya menderita. Tapi sayangnya, nasib bocah malang asal Nigeria ini malah sebaliknya. Selama dua tahun, ia dianiaya dengan diikat di luar rumah dan harus bertahan dengan memakan sisa-sisa makanan ternak yang berada di dekatnya.
Sementara sang ayah, ibu tiri dan 17 saudaranya hidup nyaman di rumah mereka. Tega banget, ya.
Melansir dari The Sun, dilaporkan bahwa bocah malang ini dipaksa tinggal di luar rumahnya dengan ayam dan kambing selama dua tahun. Mirisnya, kaki Jibril juga diikat di sebatang tiang kayu.
Aktivis hak asasi manusia kemudian membawa Jibril ke rumah sakit. Ia diselamatkan dari halaman rumahnya yag ada di daerah Badariya, Birnin Kebbi, Nigeria setelah mendapat informasi.
Bocah berusia 11 tahun ini diselamatkan pada hari Minggu (9/8) dalam keadaan memprihatinkan.

Diikat selama Hampir 2 Tahun

"Peristiwa itu terjadi pada hari Minggu, 9 Agustus 2020. Kami mendapat informasi bahwa seorang anak laki-laki berusia 10 tahun bernama Jibril Aliyu dirantai di rumahnya selama hampir dua tahun," terang Nafi'u Abubakar, juru bicara kepolisin setempat.
"Kami menggerakkan orang-orang kami dan bergegas ke kediaman mereka di mana kami memastikan klaim tersebut benar. Dia diselamatkan dan dibawa ke rumah sakit di Birnin Kebbi untuk pengobatan," sambungnya.
Dalam sebuah video yang salah satunya diunggah oleh akun Instagram @mediagist, tampak Jibril berjalan terseok-seok saat diselamatkan. Badannya pun seperti hanya tinggal tulang. Ia pun dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.

Makan dari Sisa Makanan Ternak

Menurut keterangan Manir Jega, seorang aktivis sekaligus pendiri Yayasan Manir Jega menyebut bila ibu Jibril sudah meninggal dua tahun lalu dan sejak saat itu ia diperlakukan tak manusiawi.
" Ia dirantai bersama hewan oleh dua ibu tirinya selama dua tahun. Ibu kandungnya meninggal dua tahun lalu. Ia tak diberi tempat tinggal, pakaian, makanan, apalagi berbicara tentang perawatan kesehatan," jelas Manir.
Selain diikat di sebatang tiang kayu, bocah malang ini juga dianiaya sampai harus makan sisa makanan dari hewan yang diikat dengannya bahkan memakan kotorannya sendiri sebelum diselamatkan oleh aktivis HAM.
Mirisnya, ayah kandung Jibril juga tinggal di sana tapi seakan malah mengabaikan siksaan yang diterima putranya. Dari keterangan salah seorang dari 17 saudaranya, Jibril dikatakan menderita epilepsi dan mengatakan jika keluarganya mengikat bocah malang ini agar tak berkeliaran.
Saat ini, kedua ibu tirinya bersama dengan ayah Jibril ditangkap oleh pihak kepolisin sedangkan Jibril menjalani perawatan dan rehabilitasi di Federal Medical Center Birnin Kebbi.
Kejam banget ya. Semoga lekas pulih ya untuk Jibri.