Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jalan kaki Sejauh 1,5 Km, Ibu ini Ditolak Puskesmas Hingga Bayi 7 Bulannya Meninggal

  Jalan kaki Sejauh 1,5 Km, Ibu ini Ditolak Puskesmas Hingga Bayi 7 Bulannya Meninggal



Ungkapan 'Orang miskin dilarang sakit' sepertinya masih berlaku di Indonesia.


Buktinya, dua hari lalu nyawa bayi berusia tujuh bulan melayang usai mendapat penolakan dari pihak Puskesmas.


Padahal, seharusnya Puskesmas menjadi andalan warga kurang mampu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.


Tapi hal itu tidak terjadi di Puskesmas yang berada di Desa Sidamulya, Kecamatan Wanasari, Brebes, Jawa Tengah.


Seorang ibu bernama Emiti (32) harus merasakan duka mendalam usai buah hati kesayangannya, Icha Selfia meninggal dunia.


Anaknya yang baru berusia 7 bulan itu meninggal usai mendapat penolakan dari pihak Puskemas.


Padahal, Emi sudah jauh-jauh berjalan 1,5 km menuju Puskemas, namun yang ia dapati adalah penolakan.


1. Jalan 1,5 Kilo


Emiti menceritakan, anak bungsunya itu tampak tidak sehat sejak Jumat (8/12) malam."Icha mengalami gejala muntah dan berak (mutaber). Kemudian, malam- malam saya bawa ke tukang urut," kata Emiti, Senin () dikutip dari Tribun Jateng.


Namun, kata dia, tukang urut menyarankan membawa bayinya itu ke Puskesmas. Keesokan harinya, pada Sabtu (9/12), Emiti membawa anaknya itu ke Puskesmas dengan berjalan kaki sejauh 1,5 kilometer sekirar pukul 10.00 WIB.


Maklum, jarak Puskesmas dari rumahnya lumayan jauh.


Ekonomi yang pas- pasan juga tidak memungkinkan dirinya punya kendaraan, suaminya pun tengah merantau ke luar kota.


Sesampai di Puskesmas, bukan mendapatkan pertolongan, ia dan buah hatinya justru mendapatkan penolakan dan ditelantarkan.


"Sampai sana, saya dibiarkan seperti patung. Petugas tidak melayani. Padahal anak saya kondisinya sudah lemas," ujar Emiti.


2. Dicueki Petugas


Petugas Puskesmas yang seharusnya melayaninya malah menolaknya.


Alasan petugas menolaknya, kata dia, lantaran dia tidak membawa Kartu Indonesia Sehat (KIS).


"Saya hanya bawa Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) milik saya dan KTP saya," ucapnya.


Ketika ditanya petugas apakah ada Kartu Keluarga (KK), ia mengatakan tidak membawa KK lantaran kalau dibawa pun percuma.


Nama anaknya belum masuk ke dalam KK.